Gejala BAB berdarah
BAB berdarah atau perdarahan rektal adalah gejala penyakit atau kondisi tertentu. Warna darah pada tinja bervariasi, di antaranya:- Merah terang
- Merah tua
- Kuning
- Putih
- Hijau
- Hitam
- Tidak terlihat dengan mata telanjang (okultisme).
Mencegah BAB berdarah
Membuat perubahan gaya hidup untuk mengurangi nyeri pada pembuluh darah anus dan sekitarnya adalah sesuatu yang diharuskan. Beberapa perubahan gaya hidup mencegah BAB berdarah, di antaranya:- Tidak menunda untuk BAB. Jika mengabaikan dorongan untuk BAB, bisa membuat tinja keras dan kering hingga memaksa kita harus mengejan saat BAB.
- Minum banyak air putih. Kurangi mengonsumsi kafein dan minuman beralkohol.
- Penuhi asupan serat di dalam makanan: buah, sayuran, beras merah atau beras cokelat, biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
- Olahraga secara teratur bisa mencegah terjadinya sembelit, menurunkan tekanan darah, dan membantu menurunkan berat badan.
- Menghindari obat-obatan yang menyebabkan sembelit seperti obat pereda rasa sakit yang mengandung kodein.
- Tingkatkan asupan cairan (setidaknya minum 2 liter sehari) dan serat (buah dan sayur).
- Hindari makan makanan pedas.
- Jangan mengangkat barang berat, duduk terlalu lama, dan hindari mengejan.
- Penting : hindari BAB terlalu lama, jangan BAB sambil bermain HP, baca majalah, dan sebagainya. Waktu BAB harus sesingkat mungkin.
- Rendam bokong dengan air sabun hangat 2-3 kali sehari @ 10-15 menit (sitz bath).
- Kunjungi dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut mengenai masalah ini.
- Umumnya jika derajat wasir sudah tinggi (3 dan 4) maka terapi konservatif tidak optimal dan pembedahan lebih disukai karena memberikan hasil yang lebih baik. Sedangkan jika masih derajat 1 dan 2, terapi non-operasi umumnya masih dapat memberikan hasil yang baik.
Cara pemesanan obat herbal dari De Nature, Anda bisa menghubungi kontak kami :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar